Karier Bripda Waldi Berakhir, Pembunuhan Dosen Erni Terungkap dengan Strategi Licik

Posted on

Nasib Bripda Waldi: Dari Kekasih ke Pelaku Pembunuhan

Bripda Waldi, yang sebelumnya berpangkat Bripda, kini harus menghadapi akibat dari tindakannya yang sangat mengerikan. Ia menjadi tersangka pembunuhan terhadap dosen Erni Yuniarti, yang juga merupakan kekasihnya sendiri. Tindakan tersebut membuatnya dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Polri.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto, menjelaskan bahwa tindakan Waldi dalam menghilangkan nyawa seseorang dikategorikan sebagai pelanggaran perilaku tercela. “Putusan sidang dari KKEP pada malam hari ini yang dijatuhkan adalah, pertama perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Kedua direkomendasikan pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH dari anggota Polri,” ujar Kombes Pol Mulia kepada wartawan.

Menurut Mulia, penindakan cepat yang dilakukan oleh Polda Jambi menunjukkan komitmen Polri untuk bertindak tegas terhadap anggotanya yang melakukan pelanggaran berat. “Makanya kita kejar cepat,” ujarnya.

Sidang Maraton dan Pengakuan Pelanggar

Bripda Waldi Aldiyat hadir langsung dalam sidang kode etik tersebut. Dalam persidangan, ia juga dihadapkan dengan sejumlah saksi kunci untuk memperkuat fakta pelanggaran. “Tadi juga dihadirkan saksi-saksi beberapa orang, dari Polres Bungo, Dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara, kemudian adik kandung korban melalui zoom meeting,” jelas Mulia.

Dari hasil sidang kode etik tersebut, Bripda Waldi menerima hasil putusan PTDH yang dijatuhkan kepadanya.

Isi Chat Bripda Waldi

Beredar luas tangkapan percakapan alias isi chat Bripda Waldi, pelaku pembunuhan terhadap Dosen Erni Yuniarti di Jambi. Sebelumnya, Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono menyebut kelakuan Bripda Waldi bengis dan kejam.

“Pelaku ini bengis dan kejam,” ujar AKBP Natalena, Minggu (2/11/2025) sore dikutip dari Tribunjambi.com. Meski usia pelaku masih terbilang muda, yakni 22 tahun, aksi nekatnya yang melakukan pembunuhan rencana terhadap EY sungguh luar biasa liciknya.

Ia sengaja menggunakan rambut palsu untuk mengelabui pengawasan kamera yang terpasang di Perumahan Al Kausar, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo. “Pelaku ini memakai wig, rambut palsu, untuk keluar masuk rumah. Ini untuk mengelabui CCTV dan warga. Jadi yang terlihat adalah orang gondrong,” sambungnya.

Cara Bripda Waldi membunuh korban yang juga mantan kekasihnya terbilang kejam. Jejak kekejaman Bripda Waldi terungkap dari hasil pemeriksaan jenazah EY.

Hasil Pemeriksaan Jenazah

Kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda kekerasan cukup parah. Berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah, ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban. Namun, polisi belum mengetahui pasti bagaimana kekerasan yang dilakukan Bripda Waldi.

Dokter pemeriksa RSUD H Hanafie Muara Bungo, dr Sepriadi mengungkap luka lebam ditemukan di sejumlah bagian tubuh korban, di antaranya di wajah. Tak hanya itu, hasil visum menemukan ada benjolan di bagian belakang kepala korban, serta ada memar di bahu kanan dan kiri.

“Ditemukan lebam di seluruh bagian wajah, dan ada benjolan di kepala belakang berukuran sekitar 13 x 10 sentimeter,” ujar dr Sepriyedi usai melakukan pemeriksaan di RSUD H Hanafie.

Tak hanya itu, ditemukan luka pada leher yang diduga akibat benturan benda tumpul atau tajam.

Aksi Purba dan Ucapan Duka Cita Palsu

Kini Bripda Waldi lagi-lagi kedapatan bersandiwara soal kasus kematian Dosen Erni. Dalam tangkapan layar percakapan yang diunggah akun Instagram @jambihits, Anis menulis, “Mbak Erni ndak ada lagi bg. Maafin kesalahan Mbak Erni ya bang.”

Pesan itu dibalas Waldi dengan pura-pura bingung, “Maksudnya kk?” seolah belum mengetahui bahwa korban telah meninggal. Ketika Anis menjelaskan bahwa kakaknya dirampok hingga tewas, Waldi justru menanggapi dengan ucapan belasungkawa.

“Seriusan kk, Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Turut berduka cita kak, dak nyangka kami ini kak.” Faktanya, polisi telah mengungkap bahwa Waldi lah pelaku pembunuhan yang dilakukan pada malam sebelumnya.

Kabur Bawa Mobil, Motor, dan Perhiasan

Dari lokasi kejadian, pelaku mengambil sejumlah barang milik korban seperti mobil Honda Jazz, sepeda motor Honda PCX, perhiasan, dan gawai. Polisi menemukan mobil korban di wilayah Kabupaten Tebo, tidak jauh dari tempat tinggal pelaku, lengkap dengan perhiasan di dalamnya.

Sementara motor PCX milik EY ditemukan terparkir di RSUD H. Hanafie Muaro Bungo.

Kronologi Penemuan Jenazah

Penemuan jenazah EY bermula dari kekhawatiran rekan-rekannya di IAK SS Muaro Bungo. Selama dua hari korban tidak hadir mengajar dan tidak merespons panggilan telepon. Rekan korban kemudian mendatangi rumahnya, namun rumah dalam keadaan terkunci.

Warga dipanggil untuk membantu, dan setelah pintu berhasil didobrak, korban ditemukan tergeletak di atas tempat tidur dengan wajah tertutup bantal. Warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Tim Inafis dan penyidik Polres Bungo kemudian melakukan olah TKP dan membawa jenazah ke RSUD H Hanafie. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban. “Beberapa tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab pastinya, kita tunggu hasil autopsi lengkap,” jelas Kasatreskrim AKP Ilham Tri Kurnia.

Dokter pemeriksa RSUD H Hanafie Muara Bungo, dr Sepriadi menemukan sejumlah luka mencurigakan pada tubuh korban. Luka tersebut meliputi lebam di wajah, benjolan di bagian belakang kepala, serta memar di kedua bahu. “Ditemukan lebam di seluruh bagian wajah, dan ada benjolan di kepala belakang berukuran sekitar 13 x 10 sentimeter,” ujar dr. Sepriyedi usai melakukan pemeriksaan di RSUD H Hanafie, Sabtu sore.

Selain itu, memar juga terlihat pada bahu kanan dan kiri, serta terdapat luka pada leher yang diduga akibat benturan benda tumpul atau tajam. “Habis itu ditemukan juga lebam di bagian leher,” jelasnya.

Tim medis juga menemukan dugaan adanya kekerasan seksual, ditandai dengan cairan pada area organ intim korban. Berdasarkan kondisi jenazah, korban diperkirakan telah meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan, ditunjukkan oleh keluarnya darah berwarna gelap dari mulut dan hidung sebagai tanda awal proses pembusukan.

Kondisi Saat Ditemukan

Korban ditemukan di atas tempat tidur dalam kondisi tertutup sarung dan masih mengenakan sebagian pakaian. “Jenazah sudah kami bawa ke RSUD H Hanafie untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ilham Tri Kurnia.

Polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Saat ini penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti. “Kami menerima laporan penemuan mayat di Perumahan BTN Al Kausar, seorang wanita. Dari hasil pengecekan, jenazah ditemukan di atas tempat tidur tertutup sarung,” ujar Kasat Reskrim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *