Pengalaman Tidak Mengenakkan Bobby dan Keluarga Saat Terbang dengan Super Air Jet
Bobby, seorang penumpang pesawat Super Air Jet (IU-742) rute Jakarta-Bali, mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Kejadian ini viral di media sosial setelah ia dan keluarganya ditinggal terbang oleh pesawat karena keterlambatan yang panjang tanpa informasi jelas dari pihak maskapai.
Pada saat kejadian, Bobby bersama istri, anak, dan adiknya berada di dalam pesawat. Namun, pesawat tidak kunjung terbang meskipun sudah menunggu selama lima jam. Dalam video yang beredar, Bobby mengungkapkan kekesalannya kepada pramugari dan petugas maskapai lainnya.
Kronologi Keterlambatan Penerbangan
Awalnya, Bobby dan keluarganya memesan tiket pesawat Super Air Jet untuk penerbangan rute Jakarta-Bali pada pukul 1 siang. Setelahnya, mereka diberi tahu bahwa terjadi keterlambatan sekitar 30 menit. Awalnya, hal itu dianggap wajar, namun semakin lama keterlambatan semakin parah hingga mencapai tiga jam.
Kondisi ruangan yang dingin membuat Cempaka, sang anak, muntah. Bobby dan istri langsung menyiapkan perlengkapan anak seperti susu dan popok. Setelah menunggu empat jam di luar pesawat, penumpang akhirnya disuruh masuk ke dalam pesawat sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, setelah masuk, kondisi pesawat tidak membaik karena AC mati dan pesawat tidak kunjung berangkat.
Protes dan Pindah Pesawat
Setelah menunggu selama 40 menit di dalam pesawat, Bobby memutuskan untuk maju dan berbicara dengan awak kabin. Ia mengeluh karena tidak ada informasi apapun tentang keterlambatan. Pihak maskapai kemudian memberi tahu bahwa penumpang akan dipindahkan ke pesawat yang baru.
Namun, tidak ada pemberitahuan tentang durasi pemindahan penumpang. Saat itu, Cempaka kembali muntah. Bobby dan istri membawa anaknya ke Lounge. Mereka bolak-balik ke gate untuk melihat perkembangan, tetapi saat kembali ke gate, Bobby mendapati pesawat sudah lepas landas.
Ditinggalkan oleh Pesawat
Bobby meminta adiknya untuk menunggu di pintu keberangkatan agar tidak ditinggal pesawat. Setelah sampai di Lounge, Bobby kembali ke gate dan menemukan adiknya menangis karena pesawat sudah terbang. Bobby dan keluarganya akhirnya ditinggalkan oleh pesawat sementara barang dan perlengkapan anak masih berada di dalam pesawat.
Setelah berbincang dengan kru di bandara, Bobby dan keluarga ditawarkan penerbangan esok hari pukul 11.00 WIB. Namun, Bobby merasa waktu terlalu lama karena anaknya butuh susu dan sedang sakit. Akhirnya, mereka ditawarkan penerbangan pukul 4 pagi esok hari beserta penginapan sekitar 14 kilometer dari bandara.
Tanggapan Maskapai
Lion Group mengakui kejadian tersebut. Menurut pernyataan Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro, keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan harus menjalani pemeriksaan teknis tidak terjadwal. Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Dalam pelaksanaannya, kata Danang, pengerjaan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan. Sebagai bentuk perhatian, kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah diberikan kepada para tamu. Pihak maskapai juga terus menyampaikan perkembangan informasi selama proses penanganan berlangsung.
Kesimpulan
Bobby dan keluarga akhirnya memutuskan untuk refund tiket Super Air Jet dan membeli tiket penerbangan baru menggunakan maskapai lain. Bobby berharap pihak maskapai bisa berbenah, karena pengalaman tidak mengenakkan ini bukan yang pertama kali dialami oleh penumpang Super Air Jet.




