Update Banjir di Palembayan dan Lubuk Basung, BPBD: Kondisi Air Sudah Surut
Bencana banjir yang melanda kawasan Kecamatan Palembayan dan Lubuk Basung di Kabupaten Agam, sudah surut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur, saat dikonfirmasi Pasarmodern.com, Jumat (14/2/2026). Diketahui sebelumnya, selain Kecamatan Palembayan dan Lubuk Basung, bencana juga menghantam Kecamatan Tanjung Raya. Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi, pada Rabu (11/2/2026), yang berlangsung dari sore hingga malam.
Khusus di Kecamatan Palembayan dan Lubuk Basung, banjir menggenangi beberapa titik. Bahkan, warga sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banjir di Kecamatan Palembayan meluap hingga jalan raya dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter dan menghanyutkan jembatan sementara Masjid Syuhada Sawah Laweh – Kampung Pili di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. “Akan tetapi, untuk kondisi terkini banjir sudah surut,” ungkapnya.
Akibat hujan lebat, debit air sungai di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur meningkat dan menghanyutkan jembatan darurat. Laporan terkini dari perangkat nagari setempat kata Abdul Ghafur, kondisi air sudah surut. Sementara itu, banjir di Kecamatan Lubuk Basung menyebabkan debit air sungai Batang Siguhung meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu malam. Dampaknya, dua unit rumah warga terendam banjir dan harus mengungsi ke kediaman kerabat mereka. Bahkan, jalan provinsi juga tergerus dan diprediksi akan terban di daerah tersebut. “Namun, berdasarkan laporan yang kita update hari ini, kondisi air sudah mulai surut,” tambahnya.
Wako Pariaman dan Wagub Sumbar Tinjau Irigasi Batang Anai II, Kembali Mengalir Setelah 7 Tahun
Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy meninjau langsung kondisi jaringan Irigasi Batang Anai II di Desa Marabau, Kecamatan Pariaman Selatan, Rabu (11/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan jaringan irigasi yang selama ini menjadi harapan para petani kembali berfungsi dengan baik. Setelah sekitar tujuh tahun tidak dialiri air, pada Februari 2026 aliran air kembali mengalir dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Vasco Ruseimy menyampaikan bahwa berfungsinya kembali irigasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumbar, dan Pemerintah Kota Pariaman dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Alhamdulillah saya lihat air sudah mengalir dengan lancar. Masyarakat dan petani bisa bekerja dengan aman, nyaman, tenang dan rezeki mereka semakin lancar ke depannya,” ujarnya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat fasilitas tersebut secara bersama-sama.
“Dengan mengalirnya kembali air irigasi ini, jangan sampai kita mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain sehingga menimbulkan keributan. Jaga dan rawat bersama irigasi ini, mudah-mudahan ke depan kekurangan yang ada akan diperbaiki satu per satu,” terangnya. Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat, dan Pemerintah Provinsi Sumbar atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat, khususnya di Kota Pariaman.
“Irigasi ini termasuk salah satu program ketahanan pangan dari Bapak Presiden Prabowo yang ditindaklanjuti langsung oleh Kementerian PU, kemudian Pemerintah Sumbar dan Kota Pariaman. Untuk pemeliharaannya menjadi tugas dan wewenang pemerintah desa serta masyarakat setempat,” sebut Yota. Ia berharap berfungsinya kembali Irigasi Batang Anai II dapat meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya padi, sehingga panen lebih optimal dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.
Sementara itu, Kepala Desa Marabau Ardison Arbi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Pariaman atas perhatian terhadap petani di desanya. “Selama tujuh tahun terakhir hasil pertanian kami berkurang sekitar 70 persen. Dengan kembali mengalirnya air, petani bisa bercocok tanam lagi dan meningkatkan hasil pertanian ke depan,” ujarnya. Ia menegaskan pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen menjaga dan memelihara irigasi agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Diduga Hendak Edarkan Sabu di Tanjuang Gadang, Seorang Pria Diringkus Polres Payakumbuh
Satuan Reserse Narkoba Polres Payakumbuh meringkus seorang pria berinisial AJ yang diduga akan mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Jorong Bulakan, Kenagarian Tanjuang Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (12/2/2026) malam. Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga paket narkotika jenis sabu dengan berat total 0,47 gram.
Kapolres Payakumbuh AKBP Ricky Ricardo melalui Kasat Narkoba AKP Hendra menjelaskan, penangkapan AJ merupakan hasil penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika yang dilakukan tersangka. “Penangkapan ini berawal dari informasi yang kami terima di lapangan. Beberapa hari sebelumnya, tim telah melakukan pengintaian dan pemantauan terhadap aktivitas tersangka,” ujar Hendra. Setelah diamankan, tersangka beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, tersangka AJ dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (1) huruf a, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. Hendra kembali menegaskan komitmen Polres Payakumbuh dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. “Kami tidak akan memberi ruang sekecil apa pun terhadap aktivitas narkotika, baik sebagai pengguna maupun pengedar di Kota Payakumbuh. Penindakan tegas akan terus kami lakukan,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.




